Sabtu, 22 Maret 2014

Perjalanan Ujian Sekolah

Pada dasarnya, manusia memang sudah dirancang untuk hidup dalam tahapan tahapan. Entah itu tahapan dari lu zaman embrio, lalu lahir, jadi balita, jadi anak anak, jadi remaja, jadi dewasa, jadi tua, dan selesai. Kembali ke yang maha kuasa. Ngerti kan. Mati. Dead. Paeh. Meninggal. 

Sama kayak sekarang, pada dasarnya hidup gua pun berlika liku, dan saat menghadapi tanjakan itulah, saatnya gua atau kita naik tingkat. Menjadi orang dengan pola pikir yang (seharusnya) baru juga. Pendewasaan. Cie. 

Dan hari ini, 1 tahapan dalam hidup udah berhasil terjalani. Ujian Sekolah. 

Tolong, putar backsound "tuhan memang satu kita yang tak sama" nya Marcell dong. Biar gacin. Dari 2 kata "ujian sekolah" aja gua merasakan bau bau kegelapan dari keyboard. Lu ngerti kan, kayak otak bakar. Bukan otak otak bakar, itu enak by the way.

Ujian Sekolah dilakukan selama seminggu kurang sehari, dimulai dari senin sampe sabtu. 

HARI PEMBANTAIAN PERTAMA

H-1 sebelum US, gua adalah orang paling siap ujian di dunia. Gak ada yang lebih siap dibanding gua. Dan dengan kepercayaan diri yang tinggi itulah, gua memberanikan diri naik motor ke sekolah berbekal KTP baru yang belum dilaminating karena baru jadi, dan STNK motor, dan jaket centang andalan karena gaada jaket lain yang lebih gaul untuk pergi.  Awalnya gua pergi menjemput oknum E sebut saja Ecy, dia udah siap jadi hooligan dengan baju pink kerudung pink. 

"gue bawa buku pelajaran kok" Dan dengan berbekal kalimat ampuh itu, kita berangkat.

Sampe disekolah langsung kembali melebur bersama lapangan, matahari, dan baris berbaris. Lu ngerti kan, urusan ini sangat serius jadi gua harus cerita dengan serius. Menonton baris itu, sama sakralnya dengan belajar. Kalau belajar lu lelah, kalau nonton baris lebih lelah. Apalagi kalau nontonnya sambil komentar. Capek ati. 

Pandawa ikut lomba (lagi) kali ini Bogor Championship. Ah, kenangan lama. Piala taun lalu kayaknya udah uzur dijadiin cantelan anduknya pak Heri. Gantungan kaos kaki entah milik siapa. Dan disaat yang sangat cheesy itu, gua lupa dengan US. Iyalah, udah siap banget. 

Abis itu pergi ke GOR dan nonton sampe sore.

Alhamdulillah, selamat ya Pandawa untuk harapan 3nya. Gak cuma berharap. Setidaknya harapan, imbuhannya beda. Artinya juga beda. Gua gak akan banyak komentar, nanti gegabah omongannya hahahaha. 

Abis itu pulang, dan tidur. Apa gua bilang, siap banget kan.... 

Sedih kan baca hari pertama ini. 

Dan keesokan harinya, gua melewati hari pembantaian pertama dengan (alhamdulillah) hati utuh. Otak belum berceceran. Mungkin ini mukjizat. 

HARI PEMBANTAIAN KEDUA

Whatsap di malam hari 

"KAMPRET APAAN SIH INI PKN" 
"din sabar din jangan gegabah!" 
"TAPI INI GAPENTING TAU GAK"
"iya din vivi ngerti" 
"LU TAU GAK JIWA NASIONALISME GUA UDAH SEBEGINI BERKOBARNYA" 
"vivi ngerti din udah ya din... udah dong..." 
"nih vi gua kirimin voice note gua ngomong bahasa jepang" 
..............

"din sumpah" 
"din" 
"din dulu ditangkar di penangkaran mana"
"kok ada sih manusia kayak lu din"
"din merinding gimana dong kok kayak suara AKB48"

HARI PEMBANTAIAN KETIGA 

Matematika dan apa ya kok lupa #soklupa #bumbu #biar #asik. Sejarah. Matematika disatuin sama sejarah itu loh yang masih gak gua ngerti. 
Bahan ujian mulai kecampur, kayak pertanyaan "siapa bapak sejarah?" lalu dijawab sama otak "Pak Asep" 
Terus bengong. Pak Asep? Oiya soal mate yang itu ya!
"Pak Asep, istri dan 11 anaknya akan berfoto. Wah 11, asa kenal. Oh team bola. Mereka akan difoto dengan berbagai gaya, dan urutan duduk yang berbeda pula. Berapa cara duduk mereka jika 2 anak yang suka bakso tidak mau  berpisah, 4 anak yang suka makan gehu ingin dekat dengan ibunya, tapi Pak Asep dan istrinya tidak mau duduk bersebelahan karena rumah tangga mereka sedang terlanda goncangan?"

1. Mereka cuma punya 1 pilihan duduk. 

Pasti pada mau tau kan kenapa cuma 1. Kepo lu, suka nyampurin urusan orang. Pergi gak. 

HARI PEMBANTAIAN KEEMPAT

Biologi, penjaskes dan bahasa sunda. Tong cengceremed sia. 

Kata orang, kalau ujian hari keempat itu biasanya kelakuan udah sengkle. Dan kejadian itu terjadi...
"ani hp gua kemana" 
"itu di tangan"
"oooh" terus gua jalan keluar, dan ngeliat ke koridor. Mana hp gua. 
"din ngapain ke luar"
"nyari hp" 
Dinda teriak nyolot "ITU DI TANGAN LU ANJAS" 
Liat tangan. Oiya, di tangan, lagi dipegang. 
-------------------------------------------------

"din... numpang sms" 
Hp dikasih lalu gua sms ke pak iim kalau gua balik lebih siang. Abis itu gua masukin hp itu ke tas pink. Dan pas mau pulang... 
"din hp gua kemana"
"udah gua masukin tas" 
"gaada..."
"DINDA KOK TAS LU GAK POLKADOT" 
"emang nggak din..."
"HP LU DI TAS POLKADOT DIN" 
"HAH HP GUA" 
Langsung panik, gua mau nangis gara gara bahkan gatau itu tas siapa, mana itu yang nyasar hp lagi. Tiba tiba Sherlin lewat dan.. ITU TAS POLKADOT. PINK. 
"SHEEER ADA HP"
"HAH" 
"DI TAS ELU" 
"HAH APAAN SIH" 


"din mending lu pulang sekarang juga, terus berdoa biar Allah ngebenerin otak lu hari ini..."
-------------------------------------------

PEMBANTAIAN HARI KELIMA

"APA SIH JERMAN. GAMAU JERMAN" 
"din kenapa lagi sih din..."
"VI DENGERIN"
"gimana gak dengerin din ini kan chatting... vivi gak mungkin gak liat.." 
"vi gua kirimin bahasa swahili ya" 

..............................


"dinna anjas pergi gak dari hidup vivi. Capek din. Buyar sudah semua ilmu ich bin aus Bali!"
"vi kalau gua kirmin..."
"nggak" 
"thailand" 
"nggak" 
"no way. pergi. udah. stop."

Hh. lu ngerti gak sih suatu keadaan dimana lu rasanya mau teriak, gak mau peduli sama pelajaran itu tapi gak bisa gak peduli. Pusing kan. Makanya gua harus cari korban. Ah iya, grup line Jomblo Bahagia (sekarang udah ganti jadi The Ngangkangs) (Ya Allah hidup gua udah gak bener banget gimana dong)

"gua kirimin bahasa jepang mau gak" read by 2
"gak"
"gak" 
Tania gak read, dia pasti belajar keras disana.....

final. Yaudah. Mungkin kita memang harus belajar. Mungkin kita harus move on! 

Keesokan harinya, gua merasa passion gua mungkin bukan lagi dalam bidang mengetik cepat, atau tidak menjadi gemuk dalam waktu 6 tahun, atau mungkin membuang ingus tercepat. Tapi gua sadar, bakat ini ternyata terpendam. Yaitu, mengerjakan soal bahasa jerman dengan insting bertaraf olimpiade.


PEMBANTAIAN HARI TERAKHIR 

dan ujian penutup untuk hari ini adalah fisika dan TIK! Semoga hasilnya gak zonk ya hehe sudah berusaha kan? 

Btw terimakasih untuk pencerahan otaknya oknum T idung dan T berkerudung! Setidaknya, hari ini ketawa lebih sering daripada akhir akhir ini hahaha dan ngomongin topik yang sama. Topik tentang rumah, yang harus ditinggalkan sebentar lagi. Dengan semua isinya, dengan semua anggotanya, dan kenangannya. Selamat mengejar mimpi ya, untuk kita semua.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar