Jumat, 21 Februari 2014

Ciomas TV

Hari ini kembali jadi hari Ibu- anak, dengan tidak masuk sekolah. Udah kayak sekolah punya sendiri aja kan? Mungkin nenek moyang gua dulu pernah ikut nempel batako di dinding smansa, siapa yang tau. Makanya anak cucunya jadi seenak jidat. Ibu juga slow aja, malah diajak muter muter hari ini. Ya... senang.

Seperti post sebelumnya tentang gerai mobil, kali ini ibu kembali ngajak ke gerai mobil (dengan rencana mengganti mobil aerio tua itu yang akhirnya gak pernah kesampaian dari awal tahun 2014 dengan alasan "gak ada yang cocok" padahal bilang aja sebenernya gak mau ganti, sayang duit) tapi ga jadi karena mendadak ada telpon bapak bapak "sesuatu".

BAPAK BAPAK APA DIN

Gua mau dijual.

Ya nggak lah. Gak lucu becanda lu.

Bapak bapak gitu, tukang gambar. Gua bilang "arsitek ma?" lalu dijawab enteng "bukan, tetangga di dramaga itu loh, jago gambar dia"
Ceritanya ibu mau jadi "wanita peniti karir dan visioner", bikin kos kosan gitu deh ceilah gaya banget dah udah mau ganti mobil (yang ga akan pernah jadi) sekarang bikin kos kosan. Cie banget kan? Lebih kaya dari gayus tambunan kali, mana punya si gayus itu kos kosan. Gak punya! ---> yakin.
Kembali lagi ke kos kosan, sebelum ke kos kosan ke lab kesehatan dulu mau ngecek kesehatan Ghifani. Nahloh.
Sakit apa din? Ghifani siapa din?

Ghifani itu adik kedua. Dan dia gak sakit. Dia tetep energik seperti hari hari biasanya, tetep jajan cimol dan teh gelas tanpa sakit. Dia cuma dibilang, terlalu kurus.

Siapa yang bilang gitu?

Seorang bapak asuransi. Jadi si ghifa mau dibikinin asuransi pendidikan gitu (oyeah ibuku memang visioner), terus pas ngisi data berat badan "20 kg" dan tinggi "130 cm" langsung divonis "terlalu kurus dan tidak sehat, coba cek kesehatan". Terus langsung mikir dikit, dikit doang mikirinya, kalau Ghifa dibilang terlalu kurus dan tidak sehat, lalu apa yang orang itu akan katakan tentang gua. Mungkin busung lapar kronis, harus segera dibawa ke korea untuk transfusi lemak. Emang ada transfusi lemak? Yah, apa sih yang gak bisa dilakukan Korea Selatan. Yaelah ikan lele dibawa kesana aja bakal jadi ikan gurame kok, idungnya mancung lagi.

Terus sampe lab kesehatan, nunggu gitu kan terus Ghifa disuruh tes urin. Tertawa diatas penderitaan orang lain.
"mama masa di toples pipisnya"
"iya sayang"
"mama aku gak mau pipis"
"pipis lah nak"
"gak bisa mama"
"pipis... ayo bisa! ayo"
Ibu emang motivator paling mujarab, Ghifani akhirnya bisa menyelesaikan tugasnya. Mungkin beliau harus jadi kayak Mario teguh.

Setelah selesai, terus Ghifani di tes berat badan, tinggi, lingkar pinggang, lingkar kepala, lingkar leher, gigi, sampe refleks. Ternyata tinggi badannya 129 dan beratnya 22,5 kg. Dan didiagnosa sehat juga. Dasar bapak bapak jugdemental. Terus pas mau keluar dokternya nanya, "ini adiknya aja? kakaknya nggak? terus senyum.
Mikir keras (iya gua emang pemikir), ini dokter nanya ada apa yah. Dia perhatian apa gimana. Ooooh gua gak harus tes kesehatan kan? Gua gak underweight kan?

Abis itu pergi lah ke kos kosan, dan menyelesaikan banyak hal. Hahahaha udah aja cerita kos kosan cukup sampai disini.

Setelah itu pulang, dan di jalan mendadak ibu bilang "Kamu tau kuis di tv yang partai itu kan?"
"tau lah ma. Kalah tau rasa, bisa gila tuh, udah ngeluarin duit banyak"
"iyaya"
"lucu kali ya ma kalau ada ciomas tv"
"iya terus isinya kita doang gitu ya"
"iya bener tuh, tentang keseharian kita, dari bangun tidur sampe tidur lagi masuk tv!"
"ntar yang nonton paling mamanya janu, mamanya nadya..."
"nanti mama pegang program motivasi. Aku program musik. Bintang tamunya si fira sama ghifa."
Lalu ketawa. Dan obrolan semakin ga jelas, gosip artis.

Ya... intinya apa ya. Gak ada sih, cuma mau cerita aja hari ini ngapain, kayak pernah tau aja tujuan nulis blog itu apa. Itung itung sebelum kehidupan gua dishare di ciomas TV, kan ada baiknya bikin teaser di blogspot. Asik banget deh.








Rabu, 12 Februari 2014

Dari ibu, di pesannya hari ini.

Ya Allah, Tabahkan hati yang sedang sulit,

Untuk tetap meyakini yang benar sebagai yang benar
Untuk ikhlas untuk melakukan yang diketahui harus dilakukan
Untuk sabar menghadapi orang orang yang sulit
Melakukan sesuatu tanpa motivasi dari seseorang
Tidak menaruh mimpi di bahu orang lain. Kokohkan bahu sendiri.
Kalau lelah, istirahat. Tarik napas. Dan berjalan lagi.

Kalau masih lelah, ingat pada Tuhanmu.
Yang akan membangunkanmu besok, sebagai jiwa yang diindahkan cinta dan rejekinya.


"widiih mama kayak anak sastra"
"gak butuh masuk sastra untuk mengerti hati, tau"
Ibu selalu paling tau ya
Dan selalu jadi yang paling kuat.











Dasar, manusia

Btw, mendadak berpikir. Kalau lu sedang sedih, yang ada di otak lu itu cuma kenangan sedih doang. Misalnya, lu lagi patah hati, maka otak lu akan memutar semua hal sedih. Dari patah hati (di waktu sebelumnya) atau bisa juga langsung ke memori dimana lu harus ngantri buat remedial matematika, meanwhile di lapangan sana mau ada konser Nokia Asha. Tapi yang gak adil adalah, saat lu senang, otak lu akan bercabang antara hal sedih dan hal senang. Kayak contohnya, saat gua selesai nonton konser maka perasaan campur aduk isinya bahagia, bahagia, bahagia, bahagia, dan sedih. Part terakhir itu yang agak ganggu. Bahagia karena berhasil ketemu calon mantu ibu setelah effort yang dilakukan (tinggal pilih mau yang rada banci atau yang laki, dari yang pake eyeliner sampe yang robek robek baju), dan sedih juga kayak anjas, duit segini dipake buat seneng seneng doang. Nahloh. 

Seperti sekarang. Gua pikir, hidup gua sekarang membahagiakan. Atau mungkin gak membahagiakan. Gak ngerti juga. Sebelum gua jajan es krim feast tadi, rasanya kayak dunia mau kebelah dua, hancur. Tapi setelah jajan es krim, rasanya masalah yang dihadapi ternyata gak seberat itu. Ada jalan keluarnya, yaitu berjuang sendirian. Lagi lagi, ini tentang skill dalam mengendalikan diri sendiri kan? Yang tau kuat atau nggaknya itu lu. Yang tau lu butuh menangis atau nggak ya cuma diri sendiri. Masa mau sms temen dan bilang "kau tak tau betapa rapuhnya aku" kayak lagunya siapa itu, kan gak banget. Intinya sih, mencoba belajar buat menemukan titik kebahagiaan buat diri sendiri. Kalau dirasa menangis itu membahagiakan, ya lakukan. Seperti sekarang, atau hari hari sebelum sebelum sebelum sebelum dan sebelumnya lagi. 

Penipu. 


Minggu, 02 Februari 2014

Jalan jalan

"din mama mau beli mobil deh" 
"pajero sport ma"
"ga level, truk kaleee" 
Ibu emang suka becanda, tapi sering gak lucu. Harusnya lelucon macam 
"pajero sport ma" dibalas dengan  "ga level, serena kalee", gitu, ngerti gak? karena melucu dengan merendahkan sesuatu itu udah gak jaman. Kayak situasi yang ini, 

Malam itu ibu sms dari lampung

"anakku, mama lagi di mess yang jauh dari mana2... sepi" 
"beli oleh oleh... orang ganteng dari lampung juga boleh dibawa tapi mirip siwon ya ma hahaha" 
"lha yang ada gajah di lampung gimana?" 
selera humor langsung turun drastis. Langsung gak mau ngelucu sama ibu rasanya.. 
"gamuat yaudah gausah..."


Iya ibu emang suka garing, kayak hari ini dia ngajak muter ke gerai mobil buat liat liat mobil. Suka gitu emang, muter muter, pergi liat liat mobil, ngasih harapan palsu sama mas mas salesnya, tapi ga jadi beli. Kayak hari ini. 

Jadi hari ini gua dijemput ibu abis balik les, langsung caw ke gerai mobil Honda yang ada di pajajaran. Keren ya bahasan post kali ini? "pergi ke gerai Honda". Orang kaya banget kayaknya. 

Terus sampe disana, langsung disambut sama mas mas gitu "selamat siang bu" dengan senyum gue tau lu akan menghabiskan puluhan juta disini he-he-he gitu belum tau aja ibu gua adalah ibu paling harkos. 
Abis itu disambut sama mas mas baik namanya mas Ferry, dia langsung ngasih beberapa mobil terus gua dan ibu naik naik mobil yang dipajang, duduk nyobain kursinya empuk atau nggak, ya semacam itu lah ngerti kan. Si masnya udah kayak seneng banget, terus bener bener ngejelasin spesifikasi mobil itu. Gua cuma bisa prihatin sama masnya, karena dalam hitungan jam, dia gak akan sesumringah ini. 

"mas boleh test drive gak" 

Nahloh. Tuhkan. Mau pulang aja rasanya........................... 

"oh boleh bu" terus kita dibawa ke mobil yang emang biasa buat dicoba muter muter sama pelanggan. Tadinya ibu mau bawa mobil itu ke jalan tol tapi Alhamdulillah gua berhasil meyakinkan dia kalau nyoba mobil gausah segitunya.... dan tengsin lah ada masnya juga. 

Abis selesai dari test drive, akhirnya ibu sampai pada kalimat finalnya, 
"yaudah mas, mau saya pertimbangin lagi. Makasih mas" Terus gua diajak pergi. Lalu pulang. Ya lu tau lah arti dari kata "mempertimbangkan" itu bisa jadi 70% artinya adalah "gak jadi" 

Udah aja. 

Di perjalanan, ibu bilang... 

"din, minggu depan ke mitshubishi yuk! atau hyundai gitu. Kita kan belum pernah kesana"

Akan ada sales man lain yang tersakiti.