Rabu, 18 Desember 2013

Pernah gak sih berpikir kalau ternyata, semua hal di dunia ini relatif?
Seperti contohnya ketika lu sedang belajar di kelas dan pelajarannya adalah tipe tipe pelajaran yang membuat pikiran malah condong kepada "ngapain gua belajar ginian" dibanding kearah pelajaran yang sedang dibahas, maka lu akan berpikir kalau sejam itu gak lebih sebentar daripada sehari. Tapi ketika di tengah pelajaran itu ada orang yang juga sejalan pikiran dengan lu yang akhirnya berujung pada main main di bangku belakang, main candy crush misalnya? Lu setidaknya, akan merasa definisi dari sejam lebih sebentar dari sehari itu benar. Relatif ketika merasa sesuatu terasa lebih, disaat sebenarnya kedua hal yang dibandingkan itu kuantitasnya sama.
Atau misalnya seperti sekarang, gua sedang duduk di lounge Sultan Mahmud Badaruddin II dari jam setengah 4 sore tadi (padahal pesawat jam 8 malam, udah gak tau lagi siapa yang salah sebenernya) dan kesel sendiri kenapa bisa, dari jam setengah 4 sampai jam 4 teng itu selama ini. Tapi akhirnya gua berhasil meminjam laptop dan ya daripada kesel sendiri mending nulis sesuatu dan bum! mendadak udah jam setengah 5 aja padahal baru nulis 2 paragraf.
Tadi akhirnya iseng nyari definisi dari menunggu, dan hasilnya "tinggal beberapa saat di suatu tempat dan mengharap sesuatu akan terjadi"
Berharap sesuatu akan terjadi?
Jadi inget suatu situasi, dimana seseorang bilang "tenang, akan ada saatnya kok. Tinggal tunggu waktu aja"
dan akhirnya orang yang sedang menunggu itu,  menunggu lagi. Tapi gak pernah kejadian, dan akhirnya kata orang itu "tunggu aja kok"
Tapi... how long would someone  wait to call it waiting? Kalau akhirnya berujung dengan "ya tunggu aja" itu kok seakan orang itu gak menunggu. Nahloh bingung kan? kesel kan?

Sudahlah mau mencari kudapan, dadah

Ditulis dengan cinta,


Oleh orang yang sedang menunggu dengan hati lapang