Jumat, 15 November 2013

Markicis (mari kita cheesy)

Hai
Iya gua tau, ini sangat telat. Sertijab kapan, baru buka blog sekarang, tapi gimana ya... rasanya kayak butuh 36 jam sehari akhir akhir ini. Duh gaya. Padahal kerjanya rumpi sambil nonton Who Is Next sama vivi, udah kayak apaan tiap ada WIN di starworld jam 8 malem langsung "dinn belahan hati kita" terus lempar buku dan terkapar hebat di depan tv.

Nah, tapi bukan WIN yang mau gua bahas disini.. ini tentang Pandawa 16. Rumah. Keluarga.

Maafin, lagi sensitif akhir akhir ini. Botol shampoo jatoh aja nangis. Liat Dedy Corbuzier di hitam putih aja langsung "dear diary, hari ini aku..." terus nangis sambil nulis. Beli mie ayam mang bejo aja kayak "mang.. kubutuh mie semangkuk..." | "baiklah neng... ini semangkuk mienya..."| terus kita langsung tiarap di parkiran basement dan nangis bareng. Iya, sesensitif itu kalau ngomongin Pandawa.

Gak kerasa udah lengser aja... hahahaha. Kayaknya baru kemarin.........................


"dinn, ikut pandawa yuk!"
Gua inget gua duduk di belakang, lagi rumpi, tiba tiba Shelma ngajak masuk Pandawa. Terus gua malah yang kayak "widiiih yuk yuk" tanpa mikir. Bener bener tanpa mikir, udah kayak diajak, "dinn dangdutan yuk" "YUK YUK". Gitu.
Gua pikir, gua ini orang yang terlalu pasrah. Mungkin suatu hari orang akan ngajak gua buat minum teh botol campur obat nyamuk dan gua langsung "YUK YUK" ga mikir.

Dan begitulah, abis itu gua dikenalin sama Gema.  Kesan pertama ketemu Gema... baik. Sampe sekarang pun masih jadi orang baik walaupun BBS, baik baik bangsat. Ada masa dimana Gema akan jadi orang yang "iiih gema~" karena sosweet sama angkatannya, kadang juga "gema ******!!!" lalu gua lempar PDH. Ya gitu. Dia punya pacar tiap gang, tiap minggu ganti. Kata gua sih dia tipe tipe orang yang nyari pacar dari sms "hy leh knalan gx" ke nomer nomer yang dia dapet di buku tukang pulsa elektrik. Palu yang baik juga, kabinlat yang baik juga walaupun yaaaaa..

Kembali lagi, terus dikenalin sama Theodora, bu lurah XXIV yang dulu gua inget dia kalem, rambutnya panjang dan dulu bawa sisir kemana mana. Tapi sejalan waktu, Theo berubah, dalam konteks positif dan negatif. Positifnya, bagi gua Theo adalah panutan yang baik di banyak sisi. Dia berubah dari yang dulu cepet nangis, jadi tetep cepet nangis walaupun bisa lebih ditahan. Mentalnya jadi lebih kuat, jauh lebih solutif, intinya sih, orang yang perubahannya paling kerasa. Ah Theo. Negatifnya? buruk buruknya keluar semua. Suara semakin toa (dulu gak gini demi apapun gak gini suaranya) "dinna janji???? dinna yakin??? dinna udah makan???" terus rasanya pengen bekep Theo dan buang ke lubang buaya. Dan orang yang kalau dia udah capek, akan jadi orang terakhir yang harus diajak kerjasama.

Terus diajak ikut bimbingan mental susulan (udah kayak ulangan susulan aja, mungkin suatu saat harus ada bimbingan mental remedial) dan ketemu sama banyak orang yang aneh aneh....

Abis itu... LKBB! Latihannya... alhamdulillah wasyukurillah. Apapun yang dilakukan saat itu, pasti ada manfaatnya. Bareng Shelma dan Agni, banjar 4 paling lucu. Udah, penuh kontroversi.

Masih polos
19 Februari 2012. Ulangtahun Agni. Kesan ketemu Agni.. dia itu abstrak. Jalan pikirannya gak tertebak, misalnya semua orang mesen mie ayam, dia akan pesen mie ayam tanpa ayam tanpa kaldu cuma mie pake bawang goreng tanpa ada yang ngerti apa alasan dia berpikir untuk melakukan itu. Orangnya juga sangat visioner, sampe gua kadang berpikir mungkin dia juga udah mikirin nama anaknya siapa, rumah dimana, naruh septic tank rumahnya dimana. Bagus, tapi kadang ngeri, ngeri dalam arti positif. Jalan pikirannya keren, kalau mau gua akui dengan sangat berat. Banjar 4 solid! hahahahaha. Ah, Agni

Tapi sayang, 19 Februari belum jadi hari yang baik buat Agni untuk khususnya, dan xxiv untuk umumnya. Pulang dari balaikota... nangis.
"gua hajar lu kalau nangis di lapangan" kata seorang teteh jagger, malam itu. Iya, gua dan pasukan gak nangis di lapangan balai kota. Tapi selangkah setelah keluar...

Tapi tetep. Apapun hasilnya, gua seneng sudah pernah baris, berguling, tiarap, jongkok, lari, jalan, rendem muka di kubangan, nangis, suap suapan, bareng kalian. Kalian pasukan hebat, apapun gelar yang dikasih balai kota malam itu.

Lanjut.

Semuanya berjalan kayak seharusnya. Pandawa tetap jadi petugas upacara, tetap bikin pasukan untuk opening smansa day, dan buat demo MOPDB.

Pandawa adalah pandawa, XXIV adalah XXIV. Di luar itu, udah bikin markas sendiri di rumah Ecy dan di pojokan ulangtahun KFC. Mesen dikit, pulang jam 9 malem. Rumah jauh juga sabodo. Theo yang rumah di leuweung gak terdefinisi google map aja slow pulang semalem apapun. Ah kalian.

Terus regen. Terus sertijab.
"setelah ini, buka mata kalian"
Terus berhadapan sama sekretaris umum. Alhamdulillah, atas apapun yang diberikan.

Dan berakhir masa kepengurusan XXIII. Dan XXIV, siap dengan tahun revolusionernya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"gua yakin satu hal. XXIV itu bakal lebih baik dari gua. Kalian punya SDM yang aneh aneh, tapi gua yakin, kalian bakal bikin banyak hal baru" kata seorang teteh, siang itu.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ikut Gerak jalan dan lakban. Masih belum menang, tapi setidaknya udah mencoba untuk belajar, "ooh lombanya kayak gini". Perubahan kan? xxiv mau perubahan.

LKBB XXII bareng XXV. Mantap, semua aja turun. Gua turun di banjar 3 bareng Ojan, Aldi dan Nabiila. Tapi sayang, lagi lagi kurang beruntung. Tapi kali ini, ada juara favorite. Karena Ecy dan Theo udah jadi penagih yang baik sama warga smansa, jadi alhamdulillah, maju ke championship.

Nah, akhirnya bisa juga gua jelasin Championship setelah lama nunggu waktu yang tepat. Hahaha dulu kan cuma post tentang kebahagiaan, sekarang boleh lah cerita cerita, atau lebih tepatnya, bercheesy mengulang kenangan #AH

Disini, gua akan jelaskan seorang jongos High Quality. Siap dipanggil kapan aja, ya kalau peniti lu hilang, botol saos kejauhan dari tempat lu duduk sekarang, atau lu lupa matiin api waktu ngerebus air, telpon Ecy. Dia bisa segala hal.  Mungkin suatu hari harus kayak bikin surat edaran yang ditempel di tiang listrik "kaki anda pegal? anda kewalahan mengurusi masalah rumah tangga? butuh jongos? telpon ke 08XXXXXX atas nama Nancy Citra" dan pake foto Ecy dengan tangan siap sedia macam agung hercules gitu kan bagus, kayak iklan sedot wc itu tau kan. "WC RUMAH ANDA MAMPET?"
Awal ketemu, mungkin dia salah satu orang yang harus dihindari untuk diajak ngobrol. Mukanya kayak sensi terus. Semacam misalnya disenggol dikit langsung tawuran. Mati lampu langsung bakar kantor PLN, iya, se-tidak menyenangkan itu. Tapi lama-lama dia berubah, semua hal di smansa akhirnya membuat dia jadi lebih ngerti toleransi. Lebih mengerti perasaan orang lain. Gak kayak dulu
"dinn, gamau tau lu harus gigit besi panas ini!!" padahal gua lagi makan mie ayam mas bejo.
lalu gua gigit besi panas dan ditemukan tergeletak mengenaskan di bawah kompor mie ayam. Ah, Ecy.

Balik lagi,

Turun pake PDU II, pertama kali lomba pake PDU II......
"juara harapan 1... SMK..." ah, belum beruntung bung
"juara 3... SMA Negeri...." BISMILLAH "sembilan!" ah, bung. Sudahlah bung.
"juara 2... SMA Negeri... 1"
hah
ha
h
Negeri 1? gak negeri 1 leuwiliang? negeri 1 cigombong? negeri 1 xxxx? negeri 1???

Langsung teriak teriak. Loncat loncat. Mungkin harusnya ada backsound "HUMBALA HUMBALA HRRRRRRRYAT" gt kayak lagu lagu hawaii. Langsung nabokin semua orang. Gebuk sana sini pake bucur dan gak ada yang protes. Semua sebahagia itu. Kayak misalnya lu lagi laper, nemu nasi nempel di baju, terus kayak "alhamdulillah ada sebutir nasi"

Pertama kali pegang thropy. Alhamdulillah, untuk penghargaan yang akhirnya dikasih atas usaha kami.

berminyak, hitam, dan deg degan nunggu. Gak tau, kangen sama euforianya. Dinna (yang tidak lusuh), Ecy, Theo, Eka dan Agni (yang saiko), diliat dari paling kiri penglihatan kalian



banjar 4 "daripada ngeluh, mending ketawa" 

Ah kalian............................... sedih ngetiknya hahahahahaha.

Abis itu, ada acara baru. Ceritanya xxiv gak mau garing cuma jadi opening smansa day, pengen bikin acara juga biar ada kerjaan. Lahir deh, Jatayu Challenge.......

Jadi koor acara. Hahahahahaha ngancingin baju aja belum bener malah jadi koor acara. Tapi seneng, ketemu sama bapak2 juri tentara, sama penyiar radio pro 1 RRI, ketemu sama pelatih pelatih yang keren keren, ah, kalian...

Dan eka.. (gak tau kenapa di acara ini yang paling riweuh malah eka) dia jadi danu. Kasian liat dia riweuh dengan uang uang, dengan jualan jualan, dengan teh botol... hahaha dasar.
Eka adalah manusia veteran, tertua seangkatan rantai emas. Kata sumber sumber gak terpercaya, dia dulu pernah bikinin kopi buat tamu tamu di rapat panitia 9, pernah bantu bu Fatmawati masukin benang ke jarum, pernah nyuciin bajunya Pak Sayuti Melik, dan banyak aksi sosial Eka bikin yang dengernya aja langsung terharu. Dia udah mengalami terlalu banyak hal menyedihkan, sampe masih hidup sampai sekarang. Kalau 17 Agustus, xxiv harus dateng ke rumah eka dan ngasih bunga "terimakasih atas jasamu pahlawanku" buat menghargai jasa Eka selama ini.
Eka juga banyak berubah dari sejak gua kenal di smp. Jauh lebih tegas, jauh lebih bisa ngambil keputusan, tapi tetep terbully. Ah, Eka.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dan, regenerasi. Lagi. Tapi sekarang, untuk xxv. Wah.... xxiv udah tua.

karena post udah mau udahan, jadi sekarang mari bahas semua orang.

Tania. Tania adalah... Tania. Maksud gua, dari SMP gak berubah. Tetep Tania yang idealis, kalau A ya A, kalau gak suka ya tunjukkin, cabut ya cabut, kabur ya kabur sekalian. Tetep Tania jaman SMP. Salah satu orang yang berhasil bikin sadar, "kalau kitanya aja gak semangat ngeregen, angkatan bawah mau jadi apa? katanya mau benerin generasi" Ah, Tania. Teman yang sama sama gak punya selera humor saking apapun diketawain. Liat semut ngerayap ketawa, liat muka sendiri di kaca ketawa, iya gitu.

Ojan. Pimpas xxiv dulu, dan ketum yang agak kurang waras. Dulu kaos kaki ganti sebulan sekali, sekarang alhamdulillah udah bisa mendefinisikan arti bau sesungguhnya. Sampah itu bau, bunga itu harum. Dan kaki, kaki itu bau dan kepala tidak bau. Iya, gitu. Penggambar ID yang baik.

Dinda. Teman gosip ipa 5 hahahahaha dosa banget kayaknya main sama gua. Tadinya gak mau gak mau malah jadi ikut gosip. Prioritas memang bukan disini, tapi kalau dateng selalu guna. Ah, Dinda, pembawa baki yang tidak bohay

Haris. BBS kayak gema, baik baik bangsat. Hidung gak kekontrol, semaunya. Iya... gitu aja, daripada aib semua yang ditulis mending sudahi saja tentang haris hahahaha. Ah, Haris

Afu. Manusia yang gak punya kelopak mata dan sama kayak Tania, idealis. Kasian, tiap nyanyi selalu gak ada yang mau denger, malah diusir jauh jauh. Manusia kecil yang menyeramkan, badan kecil tapi kalau udah marah, "jaga jarak jaga jarak! jauhi wanita agresif ini". Suka bikin kesel tapi sayangnya gak bisa kesel lama lama sama Afu, soalnya manusia ini suka mengompor hal hal gak jelas, udah paling bete. Tapi kalau dikomporin balik, dia selalu bisa bales. Ah, Afu.

Mulvi, bisek yang gak high class, perusak generasi bisek (dulu mobil sekarang angkot). Ya agak setara lah sama Ecy cuma tittlenya doang Mulvi lebih tinggi "biro kesekretariatan" sementara ecy "jongos biro kesekretariatan". Sekarang udah lebih waras, udah lebih bisa milih apa yang harus diketawain dan yang gak harus diketawain. Semut jalan itu tidak lucu dan OVJ itu lucu. Kayak gitu. Atau tetep sama? hahaha. Orang yang sangat rapi, tasnya lebih bersih dari gua yang cewek. Ah, Mulvi


Kayaknya segitu dulu orang orang yang dijelasin, capek juga sih 33 orang masa dijelasin semua............... tapi aku sayang kalian semua hai xxiv

Balik lagi, regenerasi. Ya... gitu. Dan sekarang nama sekretaris umum udah pindah ke seorang penerus xxv, yang merupakan adik dari sekum angkatan sekian... bingung gak. Semoga lebih amanah. Semoga lebih dari gua yang sangat gabut gak ada kerjaan. Semoga.

Dan waktu itu, kepengurusan xxiv sudah selesai. Saatnya digantikan yang baru, yang harus lebih amanah lagi...

Dan selamat xxv, xxvi untuk kemenangannya di lakban. Gak akan lupa, rasanya meluk kalian semua di balai kota, malam itu. Nyanyi mars smansa, di balai kota. Nangis bahagia, di balai kota.

"Ternyata, balai kota mau juga ngasih kita piala" -Dinna dan Theodora-
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Teruntuk XXIV untuk khususnya, dan XXV, XXVI dan semua yang terlibat dengan Pandawa untuk umumnya.
XXIV, aku sayang kalian.
XXV, aku sayang kalian tapi lebih sayang sama XXIV
XXVI, aku sayang kalian tapi lebih sayang sama XXIV
Pandawa, aku sayang kamu tapi aku lebih sayang XXIV XXV dan XXVI

Sangat bersyukur, udah dikenalin sama Pandawa, paskibra, dan semua yang ada didalamnya. Terimakasih atas semuanya. Atas pelajaran yang gak mungkin didapat dari manapun, keluarga yang gak mungkin diberikan sama siapapun kecuali kalian.
Bareng bareng, udah berusaha tutup telinga tutup hati atas omongan buruk orang lain, dan menyaring yang seharusnya didengar.
Bareng bareng, udah dimarahin sedemikian rupa sama banyak pihak
Bareng bareng, udah ngerasain yang namanya "tak pernah bersedih hanya dongkol dalam hati"
Bareng bareng, udah jadi manusia hedon  dan joget dibawah lampu, dengan suara dari telpon rumah
Bareng bareng, udah peduli setan dengan panas. Dan hujan. Dan kubangan air.

Saatnya kembali ke dunia masing masing, dengan cita citanya masing masing.

Semangat ya, untuk kalian para petarung PTN.



ciye banget deh hahahahaha













Tidak ada komentar:

Posting Komentar