Kamis, 17 Oktober 2013

Penyakit hati

Kalau misalnya, sudah bisa menyesuaikan ritme tapi gak bisa ikhlas, itu dendam gak? 
Kalau misalnya, selalu menghindari agar emosi gak naik, itu dendam gak? 

Tadi mencoba nyari di google pake keyword "dendam" yang keluar malah "dendam kuntilanak", kesel gak. Tapi alhamdulillah ya, nemu ini Tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba dengan sikap memaafkan melainkan kemuliaan” (HR Muslim)

Kalau memaafkan, bohong kalau sudah bisa memaafkan. Tapi ini kan sudah berusaha menyesuaikan, sudah berusaha bertindak sebagaimana mestinya, menunjukkan sikap sebagaimana mestinya di depan orang lain, apa ini masih dendam ya. 

Jalan pikiran gua emang ribet, maafin. 

Dapat telpon. Dari mama, "mbak, mama lagi mau ke Mina, doain ya" dan gak ada, dalam 2 bulan ini, yang bisa membuat nangis lebih dari ini. Hahahahahaha menye menye ya. 
"mama nemu arab ganteng ganteng loh dinn jauh dari siwon" 
terus gagal nangis
"tapi cowok arab birahinya kenceng loh ma" 
"HAH MASA" 
Lalu obrolan berlanjut dengan tidak pentingnya, sampai akhirnya sampai pada point paling penting, "dinn, belajar memaafkan ya. Pelan pelan" 
dan gak ada, dalam 2 bulan ini, yang bisa membuat jatuh sejatuh jatuhnya daripada kalimat itu. Bahkan hasil UTS matematika sekalipun. 

Karena sebenarnya, bukan sabar kalau masih ada batas. Dan bukan ikhlas jika masih merasakan sakit. 

ternyata,  belum ikhlas. masih jauh dari sabar. dan masih mendendam






Tidak ada komentar:

Posting Komentar