Rabu, 31 Juli 2013

Travelling jas kuning

Untuk Theodora Agverianti dan Ni Made Agni Febby Wulandari
"dinn, masukin blog ya" -Theodora, calon mahasiswi FKUI 2014 yang terjepit diantara manusia-

Setelah kemarin curhat psiko bersama Agni dan buka bersama bareng Pandawa (masih ada Agninya), hari ini gua kembali harus bertemu sama makhluk ini lagi, dan kali ini ditambah Theo. Alhamdulillah, agak takut juga jalan berdua Agni lagi nanti lama lama jadi psiko. Abis ngobrol sama orang, gua langsung tusuk orang itu dari belakang atau gua silet punggung orang itu. Horor kan. Untung ada Theo, calon bu dokter (aamiin) yang tidak psiko.

Kita bertiga janjian di stasiun Bogor jam 9, dan ternyata gua yang paling duluan sampe. Sangat tumben.... Akhirnya jam 9.30 Theo sampe di stasiun Bogor (masih ga ngerti kenapa dia gak nunggu di Cilebut aja, rumahnya di Cilebut), kita berangkat ke UI. WEEEEEEEE

Sampe di stasiun, gua bengong. Iya siah, bener kata Tania kalau stasiunnya  digusur diperbaikin. Toiletnya bagus, tapi gak ngerti kenapa toilet cowok-cewek disatuin HAHAHA. Terus abis itu kita jalan ke.. FISIP! yeay. Kita masuk ke gedung gedungnya, tanpa tau itu tadi masuk kemana, tempat apa itu. Jalan jalan like a boss.

"beda siah antara anak UI sama anak ingusan kayak kita"
"pasang muka serius! pasang muka stress skripsi!"
/muka psikopat/

Dan gua senang, disini Agni keliatan excited karena dia bermimpi masuk HI UI. Semoga anak psiko ini bisa jadi ibu diplomat yang baik, semoga di foto foto diplomat negara nanti, dia bisa control her muka. Jangan mangap, jangan teleng.

Pesan dari Dinna untuk Ni Made Agni Febby Wulandari :
Semoga anak psiko ini bisa jadi ibu diplomat yang baik, semoga di foto foto diplomat negara nanti, dia bisa control her muka. Jangan mangap, jangan teleng. Jangan cangak. Jangan dongo. Senyum. Senyumnya yang bener. Jangan senyum psiko. Jangan bawa cutter atau pisau tiap rapat diplomat. Semangat untuk mimpinya!
… Memutuskan untuk terus berjuang demi impiannya, memutuskan untuk terus mencintai hidup yang tidak pernah sempurna. Memutuskan untuk berani mencintai, dan mencintai dengan berani…” 
Iya kan ni?

Nah, abis itu kita bertiga pergi dari fisip, dan ke jembatan texas, atau teksas, atau.. entah gimana tulisannya. Hahaha jembatannya kayak menjanjikan!
Terus kita sampe di FT UI, wih. WIH. Huhuhuhu kenapa sangat keren, kenapa disini tercium bau otak (ini apa). Agni dan Theo sibuk nyariin jurusan teknik kimia, mereka kira gua masih ingin ke tekim. Gak lagi kok... gua kan hobi berpindah jurusan hahaha. Terus pasang mata siaga 1, mencari seseorang. Calon suami.

"ini gedung apa ya"
"teknik mesin paling"
"kok tau"
"itu ada mobilnya"
YA TERUS.

Abis makan di kantin teknik itu, kita memutuskan buat pergi ke FKM naik bikun. Baru keluar dari FT..........
"itu..."
"apa, apa"
"yaampun... itu liat baru turun bis"
"A *piiip*.........."

Lalu gua mematung. Hik, pahlawan rhoma iramaku yang bulu dadanya lebih 7 lembar dari rhido rhoma.... udah lama sekali kayaknya gak liat dia. Sumpah kenapa semakin rhoma irama T_T kalau kata sticker di meja kantek tadi "cinta untuk dangdut, dangdut untuk cinta" . Sumpah itu langsung di kuping kayak ada lagunya Evie Tamala, "AKU RINDU PADAMU". Buat baca cerita ini, kindly open this link, buat jadi background musik http://www.youtube.com/watch?v=xz8ZBVr5DSs PLIS BUKA. PLIS.
Hik langsung melankolis.
Ya, intinya kita bertiga langsung kayak ubur ubur. Dia turun dari bis, jalan ke arah kita, dan senyum.
"eh?" /senyum rhoma irama/ "kalian ngapain disini?"
"ehehehehe liat liat a"
"oooh yaudah, duluan ya"
"ehehehehehe iya a"

lalu percakapan berhenti.

TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK TIDAK JANGAN PERGI KAKANDA JANGAN, APA ARTINYA HIDUP ENENG TANPA KAKANDA. Huhuhuhuhu jangan pergi.
Lalu terhuyung. Lalu lupa siwon. Lalu lupa kalau hari itu les. Lalu lupa kalau berat badan gua ngurang 3 kg.

Ya abis itu dengan langkah terhuyung, kita bertiga naik bikun... dan salah naik ternyata (efek "cinta untuk dangdut, dangdut untuk cinta"). Kita naik bis ke arah fisip lagi. Akhirnya nunggu bikun lain, dan melanjutkan travelling jas kuning lagi~
Pas lewat depan FE... "ini calon kampus si Mulvi ya". Pas lewat depan tongkrongan ojeg.. "ini nanti si Eka mangkal disini".

Gak lama, kita sampai di FKM. Sekilas liat gedung FK yang belum jadi, dan seneng liat Theo excited liat gedungnya doang...

Pesan dari Dinna untuk Theodora Agverianti :
FK, apalagi FKnya UI emang berat, berat banget malah. Tapi gua tau kok fightnya Theo kayak apa. Tau kalau mimpinya konsisten di satu jalur, bahkan dari kelas 10. Tau kalau theo bisa ngubah namanya, dari yang "cuma" Theodora Agverianti jadi dr. Theodora Agverianti SP. JP. Calon bu dokter hebat. Sukses terus untuk "fight and win"nya, inget target minimal 4 soal! Kalau udah jadi bu dokter, jangan lupa dikontrol hidungnya, biar pasiennya gak gagal jantung. Semangat!

Nah, abis itu kita pergi ke.. perpus UI! gua baru pertama kali kesini dan parah, keren parah. Dibandingin sama perpusnya SD Rimba, ini jauh lebih bagus. IYALAH JIR. Berapa lama ya duduk di sana? hahaha seneng berhasil bikin quality time bareng kalian berdua, tentang to do list untuk hidup kedepannya, list orang orang yang harus dimintai maafdan "panci itu yang buat mandi" "gayung!" nya.

Lalu jam 4 sore kita pulang, dan bencana menunggu. KERETA PENUH. PENUH. Udah kayak apaan badan kita bertiga kebawa arus manusia, kegencet ketek orang, sampe gua nyenderin kepala ke bapak bapak yang tidak diketahui identitasnya. Rusuh gila.

Ya intinya, hari ini hari penuh doa deh kayaknya. Doa untuk kita bertiga, dan doa untuk 3 orang lagi. Siapa tadi? Tania, Eka dan Mulvi yang juga pengen masuk UI walaupun mereka gak ikut jalan jalan psiko bersama dinna-theo dan agni. Berenam. Berenam harus ketemu lagi di tempat yang sama. Sounds good, too good to be true.

Halo, semangat untuk kita semua, (bener bener semua, untuk siapapun yang baca post ini), semangat untuk mengejar mimpinya. Mungkin masih banyak yang kayak gua, si tukang ganti jurusan, tapi yang jelas walaupun kita sering ganti jurusan tapi kita pasti pengen yang terbaik buat diri sendiri dan orang orang di sekitar kan? Nanti juga lama lama kearah sendiri,kata ibu gua sih gitu. Namanya juga proses mencari.
Tapi buat orang orang kayak Agni dan Theo yang udah jelas mau apa, pertahanin. Kejar terus. Fight terus.
Mau jadi presiden? dibilang gak realistis? diketawain? You tau gak, people who dont have dreams, they dont have much. Kasian mereka. Manusia tanpa mimpi itu, bukan manusia lagi. Kata siapa ya... "mimpi itu gak harus realistis", tapi jangan lupa juga sih... "bukan sejauh mana kita bermimpi, tapi sejauh mana kita berusaha mewujudkan". you punya mimpi tapi ga ada effort ya... *lalu menampar diri sendiri*


Sudah, ngomong tentang mimpi mah gak ada habis habisnya. Udah tepar, kaki lecet coy jalan seharian pake crocs itu gak asik ternyata. Semangat untuk kita semua!

bismillah, Universitas Indonesia.









Senin, 29 Juli 2013

Menonton bodoh

"Ni, nonton the conjuring yuk" 

Berawal dari kalimat itu, maka udah fix kalau gua dan agni bakal menjomblo berduaan dengan nonton the conjuring, yang kata kakak agni "film yang unik". Tapi ternyata nasib berkata lain. Yang akhirnya nonton adalah gua, Agni, Eka, Mulvi dan Gema. 
Selesai kumpul jam 12, dan kita berlima langsung lari ngejar angkot karena film mulai jam 12.15. Sampai btm, gema lari lewat eskalator, sementara keempat teman lainnya jalan santai lewat lift. Biarkan dia yang berperang melawan arus manusia, dan kita ngadem di lift. 
Tapi bukan ini yang mau gua ceritain, ini tentang bagaimana bodohnya menonton film horor bareng 4 teman tidak waras ini. Tentang bagaiamana menyesalnya gua karena ga dapet feel horornya, tapi malah dapet feel konyol. 

seperti contohnya, di situasi 1
/setan belum muncul/ /bangku sebelah (Gema) bergoyang heboh/
"ini bakal jadi cobaan buat gua" /menggoyangkan kursi/ 
/setan mau muncul, musik udah mencekam/ 
"aaaaaaaaaa ini seru gila!" 
/setan muncul
"AAAAAAAAAAAA INI COBAAN BUAT GUA" 

situasi 2
/setan belum muncul, suasana mencekam/ Agni duduk dengan santai, dan sibuk bisik bisik 
"nih ya, bentar lagi muncul nih. Konyol nih"
/belum muncul juga
"ini film konyol ini
/setan udah muncul
"HAHAHAHA TUHKAN APA GUA BILANG INI FILM KONYOL" 

situasi 3

/setan belum muncul
"mulvi sepertinya berani sekali bung mulvi
/ga ada respon
"gak takut nih kayaknya" 
/tetap ga ada respon/ 

situasi 4
/setan loncat dari dalem lemari/ (atas doktrin "konyol" oleh Agni, maka setan loncat ini...)
"HAHAHAHAHAHAHAHA" 
semua orang sestudio teriak, dan kita berlima, yang duduk di row paling depan, ketawa ngakak. Mulvi ketawa kalem, Gema ketawa sambil naik naikin kaki dan meluk meluk tas, gua ketawa cantik, Agni ketawa psikopat, dan Eka, gua ga liat Eka tapi gua yakin idungnya kembang kempis menggelikan. 
Dan masih banyak situasi situasi lain yang sangat gak mendukung kesereman film ini. 

Ya jadi agak gak ngerti dimana seremnya film ini, walaupun memang gua akuin film ini serem. Tapi gak seserem insidious kok, gak seserem itu. Atau ini karena doktrin Agni? gak ngerti. Kalau kakaknya Agni bilang ini film unik, maka gua setuju. 

Makasih lah untuk kalian 4 orang moodbooster hari ini atas ketawa diatas jeritan orang lainnya, dan atas kerusuhannya. Udah lama ga nonton se hectic ini hahahaha



Sabtu, 06 Juli 2013

Nyamuk

"Allah menciptakan segala sesuatu itu pasti ada tujuannya"
"pak, saya mau tanya. Kalau nyamuk itu, gunanya apa ya pak?"


Pernah gak sih lu berpikir, sebenernya fungsi nyamuk itu buat apa? Kayak semacam lu bertanya sama diri lu sendiri, siapa yang nyiptain mitos "kalau lu menginjak retakan, maka ibu lu akan patah tulang rusuk". Gak ada jawabannya.
Iya iya tau, nyamuk itu buat menjaga keseimbangan blablablabla ya gitu lah, itu dimakan itu, ini dimakan ini, rantai makanan itu kan? atau jangan jangan ada nyamuk pemakan bakteri? gatau, yang jelas gua lagi benci bencinya sama makhluk yang namanya nyamuk.

Lu harus tau keadaan kaki gua sekarang. Gini, buat sekarang sih percaya 75%nya aja dari tulisan ini, tau lah gua suka melebih lebihkan apalagi tentang penderitaan diri sendiri. Kalau gua bilang gua digigit nyamuk kebon segede bagong, itu artinya gua cuma digigit nyamuk yang baru netes. Atau misalnya gua bilang badan nyeri sampe ke rusuk rusuk, engsel mau lepas, badan panas, itu artinya, gua cuma masuk angin dan pengen kentut mulu.

Kembali lagi, lu harus tau keadaan kaki gua sekarang gimana. Bentol bentol, tidak mulus lagi. Kerjaannya garuk garuk kaki, lagi ngobrol sama orang garuk garuk, lagi rebus air garuk garuk, tapi liat siwon di youtube tidak garuk garuk. Tapi bingungnya, yang diserbu nyamuk rata2 di kaki.

Akhirnya, tadi, gua dan keluarga pergi ke giant dan beli raket nyamuk. Dan lu harus mengerti gimana puasnya saat lu berhasil nangkap nyamuk, melistrikkan mereka, menghanguskan mereka, dan nyium bau gosong badan nyamuk. Lu harus tau betapa membahagiakannya ini.



Post ini didedikasikan untuk para nyamuk,

Love you no more.