Jumat, 17 Mei 2013

Hari selasa pagi

*muka cerah* "eh gua beli pulpen baru loooh. Baru beli nih, awas aja ada yang ngambil deui" 
"bentar lagi lu bakal nyumpahin orang dinn" 

Hari selasa siang 
*muka keruh*
"PULPEN GUA SATU LAGI MANAAA! Yang ngambil mandul!" 

Hari Rabu pagi

"Nih liat pulpen tinggal 1" 
"gausah pamer, bentar lagi lenyap"
"GAK AKAN GUA AKAN PROTECT!" 

Hari Rabu siang 

"Mil... punya pulpen lagi gak.... "
"asa tadi lu bilang masih ada 1 lagi" 
"ILANG COBA MANDUL POKOKNYA YANG NGAMBIIIL" 

Hari Kamis pagi

Ulangan limit dan ulangan PLH. Tapi di malam sebelumnya gua malah berleha leha, santai kayak di pantai slow kayak di pulau. Salah. Akhirnya baru buka buku jam 10 malam - 1 pagi tapi dengan konsentrasi dibawah 50%. Gak efisien
Ulangan mate. Trigononya cukup membuat gua istighfar inget malaikat pencabut nyawa, terus mencium bau gosong. Apa yang gosong? Otak. Beberapa menit sebelum di submit, tiba tiba.... 
"ANJIR MATI LAMPU AAAAAA" 

Hari kamis siang 

"vi, temenin ke slot" 
Akhirnya kita pergi ke slot dan beli minuman rutin kalau abis ulangan. Dancow obama, tapi sayangnya hari ini yang bikin mas mas, enakan dibikin sama mbaknya. 
Pas lagi jalan di depan smansa, mendadak ada orang teriak ke gua dan Vivi "NENG PUNTEN NENG KENYOT NENG!" 
Astagfirullahalazim

Tukang cilung langsung teriak "neng lari neng!!" 
Satu...dua... ti...
"VI MATI VI MATI!" 
"SENIOOOOR KENYOT INI SENIOOOOR!" 
"VIII GUA MASIH JOMBLO VIII" *lari kecepatan tinggi, sampe lupa kaki vivi 1/2 panjang kaki gua HAHAHAHAHA* gak sih gak gitu juga
"SENIOOOOOR!"

Gua udah gak mikir apapun, yang penting gua lari dari si orang gila kenyot itu. Akhirnya setelah masuk gedung smansa... 
"vi, itu tadi kenyot apaan sih... "
"sedotan dinn, dia bawa sedotan" 

Kamis sore

"woooy jadi pada mau ikut gak nih" 
Mulvi alfian atau bisa dipanggil dengan nama imut "masmul" si birthday boy, ceritanya mau nraktir nonton di Box Office. Yang diundang siapa lagi selain xxiv.... 
Nonton film judulnya Alone, ceritanya tentang... ploy sama pim. Ah whattahell gua ngetik aja langsung merinding. Gausah diceritain, intinya filmnya bagus dan serem. 

Kamis lebih sore lagi

"sari rotiroti sari roti~"
"diem The" 
"aaaaaah suruh diem nanti kangen lagi~"
"polusi suara tau gak lu" 
"muul gua laper. Itu ada saung xxxxx~ diii sebelah kiriiii~" 
"icing theo
"Theodora lapaaar~" 
Gak ada yang nyaut lagi, dan membiarkan Theo nyebutin semua tempat makan dan semua merk makanan sesuka dia. 
"mul yaudah gapapa gua beli gorengan, uang gua tinggal 13.000, sulit pulang padahal gua kelaparan" 
"kodenya gagal dinn
"sari roti~ roti sari roti~" 
"The sumpah nih, gua lagi puyeng duit gua ilang 50ribu...."
Dan Theo, tetap tidak diam. 

(percakapannya lupa ya gimana persis, tapi ya kira kira begini lah)

Kamis lebih lebih sore lagi
"Yaudah Cy gua pinjem uang lu, tapi gatau kapan dibalikin" 
Akhirnya, demi menjaga perut Theodora Agverianti dan menjaga iman biar gak ngebius bocah itu dan buang dia ke abang abang gorengan, kita ke McD. 

Jumat sore

"tupai yang loncat itu gak selamanya bisa mencapai batang pohon yang dia mau. Sesekali dia bisa jatoh juga. Dan saat jatuh itulah, si tupai pasti bakal mencoba naik lagi, dan berpikir untuk apa dia naik kesana, lewat jalan yang sesulit itu. Maksud mama, semua orang pasti pernah ngerasain yang namanya jatuh dan bangun. Gak semua yang jatuh itu hina, yang hina adalah jatuh, tapi gak pernah mau bangun lagi. 
Gak semua yang meroket itu hebat, karena semakin orang meroket, mereka harus siap dengan kehabisan bahan bakar roket. Roket mati di tengah jalan, dan akhrinya dia jatuh, bahkan jatuhnya akan lebih sakit daripada orang yang sedang jalan dan jatuh. Ngerti gak?"

"gimana seorang environmental engineer bisa mengelola limbah kalau misalnya, baru mesin pengolah limbahnya macet, udah nyerah."

"Kalau kamu di posisi ini, gak mungkin untuk ngejudge kamu gak bisa. Kenapa gak bisa? Mamanya aja pinter gini" 
"yaudah ma jangan pamer dong" 
"kenapa gak boleh? Ini kan reward yang bisa dilakukan. Pamer. Nunjukin ke orang kalau kita bisa, karena kita emang bisa. Naaah kamu juga gitu. Kamu bisa, tapi pasti ada faktor X yang bikin kayak gini." 
"Kayak pelari dinn. Saat lari, seorang pelari itu bertumpu sama kakinya. Kalau kakinya sakit ya dia gagal, dia jatuh, dia gak bisa lanjut lagi, menanggung malu. Semua orang langsung ngejudge dia kalau dia loser. Tapi nggak, dia hanya kurang beruntung. Tapi di lomba selanjutnya, saat kakinya gak sakit lagi, dia kan bisa lari lagi dan nunjukin kalau dia hebat. Kadang dinn, pamer itu bisa bikin biar jadi motivasi loh. Mama kenalan sama bule ganteng gara gara mama menang yang waktu itu" 

Kadang, hidup emang gak sesuai sama ekspektasi, atau sesuai usaha yang lu pikir usaha lu sudah cukup besar untuk bisa mencapai hal itu. 

Gua akan mulai mencoba menghebatkan diri sendiri biar bisa pamer. Biar hidupnya hebat. Biar jadi seorang sarjana teknik lingkungan. Biar ketemu bule ganteng. 

Selamat jumat malam! 

Dan untuk masalah pulpen, 1 pulpen kenko gua ketemu. Alhamdulillah. Satu orang tidak mandul. 











Tidak ada komentar:

Posting Komentar