Sabtu, 20 April 2013

Belajar Nyetir

Salah satu resolusi hidup gua adalah, bisa nyetir mobil. Gua gak mau menjadi wanita lemah yang kemana mana naik kendaraan umum, setidaknya sekarang kan udah ada emansipasi wanita, kerennya sih gitu. Tapi sebenernya motif kenapa gua ingin bisa naik mobil adalah, pengen pamer. Iya, pamer
Dalam agama Islam emang udah diperingatkan buat gak pamer, tapi apa daya. Kenapa gua ingin pamer? 


Gini loh :')

Gang komplek gua rata rata dihuni sama keluarga dengan anak anak dengan range SMP-SMA. Makanya gua dulu pas kecil gak ansos di komplek, seperti yang udah gua ceritain di pos sebelumnya kalau gua adalah balita gaul. Terus kemarin, ibu bilang "dinn, itu tetangga depan sama samping kanan udah bisa nyetir mobil loh". Mendadak galau


Gua kemana mana pake motor, matic pula dan helm aja pinjem tetangga. Sedih rasanya denger tetangga lu yang hampir seumuran sama lu bisa nyetir mobil. Sebagai mantan penguasa komplek, gua gak terima!

"ma, besok belajar nyetir mobil di IPB yuk" 
Sudah diputuskan, kalau pagi tadi, gua akan belajar mobil.

Terus, tadi pagi gua dan ibu berangkat ke IPB dan nyari tempat sepi. Karena datengnya juga udah jam 7, jadi udah rame dan untungnya nemu tempat sepi di fakultas kehutanan. 

Mobil minggir, terus berhenti. Ibu masang muka serius seakan akan anaknya bentar lagi mau UN. 
"dinn, mama dulu belajar mobil kelas 2 SMA pake angkot" 
"terus?" 
"ya gapapa, bakat mama pasti turun ke kamu" 

Akhirnya kami gantian tempat duduk. 
"nah, yang paling kiri kopling. Apapun yang terjadi, kaki stand by di kopling! kalau mau nge gas, tahan koplingnya terus lepas pelan. Nginjek gasnya pelan pelan aja, ini bukan bom bom car. Ngerti?"
"gampang
"terus, yang tengah rem. Kalau mau ngerem, injek koplingnya. Ngerti?" 
"iya
"paling kanan ini gas"
"oke
"nah, coba sekarang nyalain mobilnya, terus injek kopling, terus masukin gigi 1. Turunin rem tangan."

Mobil udah siap jalan. 

"nah, sekarang injek koplingnya, injek gasnya pelan" 

Tarik napas. Injek kopling. Injek gas..... 

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA DINNA DINNA REEEEEM! REEEEEEEEEEEEEM!"
"MANA REM MANA YANG MANAAAAAAAAAAA"
tololnya, gua malah nginjek gas. Mobil "loncat

"REM DINNA AWAS ITU ORAAAAAAAAAAAAAANG!" Semua orang langsung minggir, loncat lebih tepatnya. akhirnya gua berhasil ketemu rem dan kopling, dan mobil mati mesin. 

Tarik napas. Hembuskan. Gak apa apa, ini baru pertama kali, kan?

Mobil diputerin ibu, dan kami tukeran tempat duduk lagi. 
"ngerti nginjek gas pelan gak?" 
"iya ma"

Injek kopling. Injek gas. Lepas kopling pelan pelan dan... mobil loncat. Mati mesin
Injek koplingInjek gas. Lepas kopling pelan pelan dan... mobil loncat. Mati mesin. Lagi

begitu seterusnya sampai akhirnya....
mobil jalan. Berenti. Jalan. Loncat. Loncat. Mati mesin
mobil jalan. Nyetir terlalu kiri. Ban depan nabrak trotoar. 
mobil jalan. Gas terlalu kenceng. Saking paniknya narik rem tangan. Gua dan ibu loncat ke depan dashboard. Gak, gak loncat kayak di komik tapi gua tau kalian get what i mean. Mati mesin.

"dinn?" 
"udah yuk ma
"mama sekarang ngerti
"apa?" 

"gak semua orang ditakdirkan untuk bisa nyetir mobil." 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar