Minggu, 03 Februari 2013

Reply 1997

Drama korea mungkin udah jadi hal yang wajib buat ditonton buat para cewek. Gak sih, mungkin gua doang. Tergantung selera. Tapi setelah gua perhatiin, ternyata hampir semua cewek suka drama korea kok, walaupun awalnya menghina hina dulu, bilang si ini gak gentle gak ada kumisnya si itu gak macho gak ada abs nya, tapi akhirnya banyak dari mereka yang akhirnya mengakui kalau nonton drama korea itu bukan lagi haram, tapi jadi sunnah.

Contohnya, kasus ibu gua. Awalnya dia selalu bilang "siwon itu mukanya mirip kuda", "minho itu mukanya kayak kodok dan memancarkan kesedihan", "Yoo SeungHo itu bagusnya main film 18++ karena mukanya mesum" Gua cuma bisa istighfar, dan nginget kalau beliau ibu gua, yang melahirkan gua dengan penuh susah payah, yang memandikanku saat kecil dan tidak lagi memandikanku saat remaja, yang memberi makan aku hingga sekarang dan yang memberi uang saku yang sudah dipotong setengah setiap harinya hingga saat ini, dan ibu  yang selalu tersenyum dan memancarkan kasih sayang saat gua memilih untuk membeli sepatu olahraga dengan merk Adios dan bukan Adidas, dan memilih untuk membeli nasi goreng biasa dan bukan nasi goreng special. Dinn, cukup.

Dulu, itu dulu. Tapi semenjak ibu gua ikutan nonton filmnya Siwon yang judulnya Athena, lain lagi ceritanya. Beliau akhrinya ngerti kenapa gua se-begitu tergila gila sama Siwon.
Tapi yaudah lah, gausah bahas siwon. Makin panjang nanti.

Nah, kali ini mau bahas salah satu drama Korea yang bagus dan recommended. Judulnya Reply 1997

Untuk para cewek, fisik pemain dari suatu drama Korea itu hal paling penting diatas jalan cerita. Kalau pemainnya cantik cantik dan ganteng ganteng, niscaya, cewek akan bilang setidaknya drama itu "lumayan" walaupun jalan cerita drama itu sangat alakadarnya. Rebutan harta, amnesia, dsb dst. Tapi kalau jalan ceritanya bagus banget dan yang main tampangnya alakadarnya, cewek pasti juga akan bilang "lumayan". Mungkin gak semua kayak gini, tapi rata rata.

Dan Reply 1997 ini bisa dibilang paket komplit. Pemainnya enak diliat dan jalan ceritanya asik parah. Jadi, pantes kalau ratingnya tinggi di Korea.

Gua bukan orang yang pinter cerita, jadi mungkin gak akan cerita tentang isi dramanya. Asli, gua tipe orang yang kalau cerita pasti loncat loncat, gak kestruktur. Jadi, mending nonton sendiri

Mau kasih pendapat nih. Dramanya bagus, cuma masih agak gak rela kenapa harus ada cast homo di drama itu dan kenapa harus Hoya yang homo. Masalahnya, Hoya itu sangat...cowok. Dan di drama itu, Hoya itu jadi "cewek"nya. Harusnya mungkin si Yoojung aja yang jadi homo. Sumpah, geregetan.
Tapi bagusnya dari adanya tokoh homo itu adalah, gua jadi ngerti. Jadi berbeda itu bukan maunya dia. Lagi pula siapa sih yang mau jadi homo, atau-lesbi misalnya? Gak ada. Bukan membenarkan, tapi akhirnya bisa mencoba mengerti dan memposisikan diri.
Selama gua nonton drama ini, saat gua liat Hoya yang keliatan sedih kalau Yoon Jae jalan bareng Shi Won itu, gua ikut sedih. Maksud gua... kasian banget sih. Semua orang emang udah dasarnya pengen dicintai dan.... HAAAAAAAAAAAA gakuat gakuat ceritanya ini terlalu menyedihkan. Mau nangis.

Mari kita tinggalkan topik sedih ini dan beralih ke bagian serunya.
Gua SUKA banget waktu Shi Won dateng ke konsernya H.O.T dan joget joget heboh.

Jadi gini, Shi Won (dia cewek, dia cewek) itu fans dari boyband yang namanya H.O.T dan cinta banget sama boyband ini. Mengingatkan diri gua sama diri gua sendiri, jadi semacam dapet temen sepenanggungan gitu lah. Cuma ya gua gak sefanatik Shi Won kok.
Balik lagi ke awal, jadi suatu hari Shi Won ini dateng ke konsernya H.O.T dan joget joget heboh sambil teriak teriak nama personil grup boyband itu, dan mengingatkan diri gua sendiri bagaimana gua goyang goyang itik kambing kuda kodok waktu liat SHINee nyanyi lagu Love Like Oxygen di SMTown waktu itu. Seneng, ternyata ya remaja emang gini. Mumpung masih muda, kenapa harus terpatok sama mainstream yang ada sih? kenapa gak berusaha jadi berbeda dan suka hal hal berbeda? hmmmm

Udah deh, namanya pendapat pasti akan sangat panjang lebar, jadi karena gua harus mengerjakan sesuatu yang lain... soooooo gua hentikan disini.

Dramanya bagus kok, asli. Nonton deh. Tapi nanti aja kalau udah ketemu liburan lagiiiiii hahahahahaha. Selamat nonton bagi yang mau nonton. Bagi yang nggak, semoga jadi mau nonton. Yang tetep gak mau nonton, yaudah. Sakarepmu



1 komentar:

  1. Hi.
    Setelah niatin beli dvd drama korea baru (yang gak baru lagi), akhirnya gw kemarin beli Reply Me 1997.
    Cover nya semacam film godzilla waktu masih ribut sama ultraman.
    Dan hari ini iseng iseng googling liat review orang2 tentang drama ini.
    Nemplok lah ke blog kamu.

    Review nya sih agak abstrak ya. Haha.
    Tapi intro nya asik banget. Pengen ketemu tante. Pengen bilang "demi apa Tante liat Minho kayak kodok dan memancarkan kesedihan? apa komentar tante kalau liat mukanya daus mini?"

    Dan setelah baca posting kamu ini, gw (kamu biar sopan aja-kalo pake lu nanti terdengar mau ngajak tawuran hehe) suka banget sama cara cerita kamu. Gaya ceritanya asik. Udah baca beberapa posting kayak sepolos ikan tuna (kenapa gue baca karena judulnya abstrak, dan isinya abstrak tapi gw baca sampe habis - dan kamu sukses bikin gw bayangin ikan tuna sekarang - bayangkan, membayangkan IKAN TUNA, makasih loh haha), tentang si adek adek yang berkutu (ini aib lho, kenapa di share? kutu turunan bukan?), dan lainnya.

    Nagih.
    Nagih banget bacanya.

    Intinya sih dari awal pengen banget bilang : bikin buku gih.
    Cuma gak wajar dong kalo gw komen "Hi. Bikin buku gih. Bye" jadilah gue kasih intro biar kamu gak kaget :D

    Oke itu aja sih.
    Anyway, gw Cio. Salam kenal ya, Din. *Din yang sering gw baca itu Dina kan bukan Dino?*

    BalasHapus