Kamis, 14 Februari 2013

Gak Ada Judul

Hidup manusia memang gak selalu mulus. Dan mengingat gua juga bagian daripada manusia, jadi bisa dibilang hidup gua juga gak bisa selamanya mulus. Bahkan, jenis kulit muka aja udah menunjukkan ketidakmulusan hidup. Maksud gua, mungkin Tuhan emang udah menunjukkan segala sesuatunya lewat garisan wajah. Ngomong apa sih.

Gua tipe orang yang menganut paham "bahagia itu sederhana" semenjak masuk Smansa. Seperti contohnya,
Bahagia itu sederhana. Ketika lu gak remed, atau lu remed tapi remednya sekelas, itu yang dikatakan bahagia. See? Sebenernya untuk jadi bahagia itu mudah. Tergantung kondisi sih sebenernya.
Disaat lu ulangan, bahagia itu sesederhana bisa ngerjain soal, entah itu bener atau nggak yang penting diisi. Saat lu lagi bosen dan mendadak menemukan wifi di tempat gak terduga, mungkin saat itu lu bisa dikatakan sebagai orang yang berbahagia. Terlepas dari latar belakang hiduplu gimana.

Ngomong ngomong tentang latar belakang hidup, kadang waktu di angkot, gua sering memperhatikan sekeliling. Memposisikan diri sebagai pengamat, itu kadang bisa membunuh waktu. Memanagement waktu dengan teori relativitas waktu itu gak salah. Ya asal gausah dipelototin juga orang yang lu perhatiin, nanti dia jengah atau nanti lu dikira naksir dia. Plis.
Kembali lagi, kadang gua mengamati orang orang di sekeliling gua dan meratiin ekspresi mereka. Dengan kesotoyan diluar batas, kadang gua suka mikir, orang ini baik gak sih? orang ini pernah makan cimol slot gak sih? Atau jangan jangan dia pecandu crab stick kayak gua? Dan, apa orang ini abis diputusin pacarnya? Kenapa mukanya sedih? Apa orang ini suka boyband Korea? Apa cewek ini suka berantem sama ibunya? Apa cowok ini suka Girls Generation? Atau jangan jangan cewek yang duduk di arah jam 10 gua ini freak karena dia baru tau kalau 0-1 = 1 simpan 1, dan cowok yang duduk di deket supir itu psikopat? Terus, pengamen yang tadi itu kenapa bisa jadi pengamen? pasti dia diusir sama ibu tirinya yang hanya sayang pada ayahnya aja. Duit ayahnya sih sebenernya. Dan kenapa ya ibu itu mukanya ceria banget? Apa dia baru dapet kabar dari nomor gak dikenal kalau dia menang ratusan juta? Atau jangan jangan ibu ini juga psikopat? GUA DIKELILINGIN ORANG PSIKOPAT! 

Cari laut. Ngambang.

Lucu kan? Yang tadinya seorang ibu biasa yang kayaknya baru pulang pengajian itu, mendadak punya tittle sendiri di kepala lu sebagai ibu psikopat yang baru kena tipu. Sebenernya intinya sih, gua penasaran sama latar belakang hidup semua orang. Serius. Kalau dibuat skala 1-10, skala ke kepoan gua mungkin ada di angka 7,5. Bukan psikopat kok.

Nah. Masuk ke intinya.
Hari ini, ada beberapa hal yang bikin sedikit bahagia dan banyak kemuraman. Mungkin lebih baik gua tulis kebahagiaannya dulu aja
1. Pulang cepet! HAHAHAHA
2. Bibi udah beli indomie soto ayam setelah sekian lama rumah gua kehabisan stok mie
3. Ngobrol sama tetangga sebelah yang mukanya kayak calon calon penghuni surga
4. Hari ini bisa dibilang gua makmur. Gak jajan apapun selain danu

Dan kemuramannya,
1. Ulangan mate zonk, biologi lumayan tapi bikin mual
2. Pusing seharian dan ingus ngalir terus kayak timeline malem minggu
3. Infinitize sama Fly High belum sampe. Bogor-Jakarta aja ngirimnya seabad. DEMO!
4. Mood sangat jelek. Mungkin efek ulangan.
5. Masih gak ngerti sama banyak hal. Gak, gaakan gua bahas kok
6. Power Bank gua entah dimana. Masih di sekolah gak ya?
7. Direndahkan adik sendiri itu jijik. Dia pamer soal kumonnya yang udah level F dan ngitungnya cepet banget. Pas tanding tadi, gua kalah. Gua benci kumon atau temon atau lemon itu.
8. Malah blogging tentang hal sangat gak penting.

Sudahlah. Tamatkan saja






Tidak ada komentar:

Posting Komentar