Selasa, 25 Desember 2012

Hari ini ceritanya gua, Eka, Ecy, Agni dan Teh Sherly nonton Habibie dan Ainun di Elos. Kenapa Elos? tentu saja karena kami semua sama sama fakir. Nonton aja minjem uang kas. Siapa coba ya itu hahahahahahahahaha aduh lupa

Filmnya recomended banget, asliiiii! Makanya sampe gua post begini saking bagusnya... hik. Film pertama yang bikin gua nangis membanjir kayak orang abis dipegatin.

Hm walaupun ini gak penting, tapi tadi gua dudukketiga dari depan lo(c)h, dan duduk di kursi pojok sebelah kiri dari penglihatan kita. Penting gak sih... -_-----


Awal gua liat posternya, gua berpikir, gimana ya perasaan ashraf sinclair. Pasti hatinya potek. Pasti cemburu buta. ITU LIAT MUKA SAMA MUKA UDAH DEKET BENAR. Suntrungin dikit udah lah, goal. 

Tapi pemikiran itu langsung berganti waktu gua nonton filmnya. Sebenernya bukan berganti, tapi langsung kehapus. Anjir, filmnya kece gila.

Ceritanya bagus, tentang kisah hidup Pak B.J Habibie dan istrinya. Baru tau kalau Pak Habibie sehebat itu, dan istrinya se-strong itu. Bagaimana dua insan saling menyatu atas nama cinta :'''')



Kagum sama kerja keras dan pengorbanannya pak Habibie buat bikin pesawat N250. Gila. Salut parah100000000000000000000000000000x!
Film ini film yang cukup frontal menurut gua, dan emang nyatanya gitu. kalimat ini, bener bener nyodok, intinya Indonesia itu sebenernya bisa berkembang, tapi bahkan bangsanya sendiri pun gak yakin dengan potensi itu.

Gua langsung teringat sama diri gua sendiri. Gua pengen meraih cita cita gua, tapi terkadang gua bilang "bisa gak ya..." hm bukannya itu udah nunjukin kalau gua gak yakin sama diri gua sendiri? diri gua sendiri aja gak yakin gimana bisa yakinin orang tua maupun orang lain kalau gua bisa?
I can win if i want. I can do it. I believe in God. Kalimat itu jelas udah terpampang di dinding kamar gua.  Masih aja sering gak yakin. Hmm gimana bisa jadi orang hebat kalo baru segini aja udah jiper. Pak Habibie aja bisa, kenapa Dinna Ayu Widyasari gak bisa? hahahahaha. Setelah gua nonton film ini, gua yakin kok, semua orang punya bakat untuk menjadi "orang hebat" dengan cara kita masing masing.

Terus, kagum sama Pak Habibie yang ternyata udah banyak berjasa buat Indonesia. Asli, baru tau. Ya tau lah, gua bukan "belajar" PKN tapi "menghafal" PKN selama ini. Terus... jadi sadar juga. Harusnya selama ini lebih ikhlas belajar PKN ya, ini sekaligus menghormati orang orang yang udah berjasa buat negeri. Aduh dinn, apa sih lu. Tapi ya gitu. Ngerti maksud gua kan?
Bayangkan rasanya kalau lu sudah berjasa untuk melakukan sesuatu, tapi jasa lu cuma dipandang sebelah mata dan di abaikan. Dilupakan cuma dalam hitungan jam. Ngapalin 3 jam materi PKN di malam hari, mengerjakan soal 2 jam di siang hari, dan 3 jam setelah lu mengerjakan ulangan, lu lupain semuanya. Hehe, ternyata gua jahat ya selama ini.

Aih...


Ah udah ah, tong serius serius teuing. Bukan tipe gua hahahaha. Mari bicarakan bu Ainun dan Pak Habibienya. 

"Mungkin saya tidak bisa menjanjikan apa-apa dengan kehidupan kita selanjutnya, tapi aku janji, aku akan menjadi suami terbaik buat Ainun."
 - adegan lamaran di becak, yang bikin Dinna Ayu Widyasari nangis sesenggukan karena terharu -

Sumpah, itu gua nangis dari hati. Meuni so sweet pisan Pak Habibienya.... Ya kalo di pilem pilem gitu atau ftv ftv gitu kan dilamarnya di pinggir sungai, atau di pinggir laut, atau di bukit berbintang... lah ini di becak.

Cihuy abis.

So sweet parah, saya suka yang so sweet so sweet pak, cius enelan miayam miyabi

Terus waktu adegan Pak Habibie mau pulang dan naik kereta tapi uangnya kurang. Akhirnya beliau pulang jalan kaki dengan sepatu yang bolong, dan bagian bolongnya beliau selipin pake kertas proyeknya. Bikin nangis.

Dan... suka banget kalimat ini!!!

"kalau aku harus mengulang hidupku lagi, aku akan tetap memilih kamu"

"masa lalu saya adalah milik saya, masa lalu kamu adalah milik kamu. Tapi masa depan adalah milik kita"

Gua bisa membayangkan seberapa besar rasa sayang Pak Habibie ke istrinya. Ya Allah, jadikan Choi Siwon se sayang ini sama saya ya Allah....

Dan ini surat dari Pak Habibie buat alm istrinya

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu
Karena, aku tahu semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,
aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah ternyata bahwa kematian itu
benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada air mata yang jatuh kali ini,
aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir,
pada kenangan pahit manis selama kau ada.

Aku bukan hendak mengeluh,
tapi rasanya terlalu sebentar kau di sini.

Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari,
bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

Mana mungkin aku setia,
padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku cinta,
sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan
Kau dari-NYA, dan kembali pada-NYA
dulu kau tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

Selamat jalan sayang
cahaya mataku, penyejuk jiwaku
selamat jalan
calon bidadari surgaku

BJ Habibie - Mei 2010

Hebat banget ya... bingung mau ngetik apa. Nangis lagi aku hahaha. Ini gua sibuk ngetik terus ngapus, ngetik terus ngapus lagi saking bingungnya. Kalau dikeluarin semua nanti kesannya gua alay. Atau mungkin terkesan gua wanita yang sedang dilema cinta. Atau jadi puitis tukang gombal. Serba salah. Dan kalau kalian berhasil baca kalimat ini, ya berarti kalian beruntung karena gua akhirnya memutuskan buat gak menghapus paragraf ter speechless ini.

Makanya, nonton sendiri gih. Kalau lu sampe gak nangis kayak Eka, ada beberapa kemungkinan.
1. Di tengah klimaks, lu ke toilet macam Eka
2. Lu gak punya hati kayak Eka
3. kembali ke poin pertama dan kedua

Udah, setelah itu kita pulang. Dan di jalan, mendadak gua kepeleset dengan pose persis seperti ini...


halah. Emang udah dasarnya calon member SNSD ke 10 ya gini lah. Sebenernya sih gak mau sombong. Cuma buat apa punya bakat kalau gak sombong. Makanya, budayakan sombong

sakit sih nggak, malunya itu... malu pisan.....................


Terimakasih Teh Sherly, Agni, Eka dan Ecy buat hari absurd hari ini :)

















1 komentar: