Rabu, 28 Maret 2012

Dia hanya berbeda

Waktu itu kelas 9 SMP, jaman dimana gua masih sangat imut polos dan fresh from the oven. Kayak ikan tuna.

Nah, waktu itu dengan keadaan gua yang masih kayak ikan tuna, gua pulang sekolah bareng sama Risna Uli naik angkot 05. Kita bertiga masih bener bener polos, sepolos ikan tuna atau sepolos geum jandi.Ngobrol tentang hal hal polos, dan kata kata polos.

"polos polos polos"

Saat itu, kita kejebak macet di Mawar, yang notabene emang sering banget macet. Dan tiba tiba, kepolosan gua terganggu waktu liat...


Waktu itu gua yang sangat polos, ngambil hape gua yang juga masih polos, dan ngefoto makhluk berbeda ini. Nggak, makhluk ini gak polos kayak kita.

*****************************

Di waktu yang lain, gua pulang sekolah bareng orang yang sama. Dan waktu di jalan kartini, gua melihat sesuatu yang...



sangat sesuatu. Gua gak tau itu siapa, dan.... gua gak tau dia lagi ngapain. Gua polos, sangat polos.

Dia ngapain ya?
*******************************

Jangan, jangan diejek. Mereka cuma orang orang yang berbeda. Mungkin untuk gambar yang pertama, dia cuma lagi ikut variety show dan harus dandan kayak gitu.


Dan untuk foto kedua...

Gua sedih. Gua merasa gak pinter bersyukur. Gua ngerasa simpati ngelat gambar itu.

Hidup orang itu pasti sulit. Pasti sakit. Ya, dia orang yang tersakiti.

Karena jelas.

Dia gak punya yang namanya jamban. Atau toilet. Atau WC di rumahnya. Sedih bukan? Hidupnya pilu, tragis. Atau mungkin hidupnya begitu sulit hingga dia gak tau di dunia ini ada yang namanya toilet. Please, gua butuh tissue.

Dia adalah orang yang tersisih, dimana dia gak bisa memakai toilet di abad yang sudah maju ini. Dia terkurung di zaman Edo, dimana dia harus melakukan tugasnya di balik semak semak. Gimana kalau semak semaknya berduri? Atau ada jin disitu? Kenapa hidupnya begitu pelik?

Bersyukurlah bagi kita semua yang punya toilet dan udah bebas dari kurungan zaman dulu.

Memang gaada yang bisa gua lakuin selain berdoa untuk orang ini.

Tuhan, jika dia tidak berjodoh dengan toilet, maka jodohkan lah. Jika ia jauh dengan toilet, maka dekatkanlah ia. Jika ia tak tahu ada ruangan yang bernama toilet.... yaudah, saya menyerah

Sekali lagi, mereka bukan bahan untuk diledek. Mereka hanya orang yang berbeda.

Ya, mereka berbeda

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar